Desa Salo Dua yang terletak di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perikanan. Potensi ini tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi daya dukung perekonomian desa yang berkelanjutan.
1. Sawah / Padi
Lahan persawahan di Desa Salo Dua menjadi salah satu aset penting bagi masyarakat. Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup dari hasil panen padi yang menjadi komoditas utama desa. Dengan kondisi tanah yang subur serta sistem pengairan yang cukup memadai, padi dihasilkan dengan kualitas yang baik. Keberadaan sawah juga menjadi penopang ketahanan pangan desa, bahkan memiliki potensi untuk menyuplai kebutuhan beras ke wilayah sekitar.
2. Cabai (Lombok) Khas Salo Dua
Selain padi, cabai atau dalam bahasa setempat disebut lobok, juga menjadi komoditas unggulan Desa Salo Dua. Tanaman cabai tumbuh subur di lahan pertanian desa ini dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani. Permintaan pasar terhadap cabai yang tinggi membuat komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Dengan pengelolaan yang baik, hasil cabai dari Desa Salo Dua mampu bersaing dan berpotensi menjadi produk unggulan daerah.
3. Perikanan Desa
Selain sektor pertanian, masyarakat Desa Salo Dua juga mengembangkan usaha perikanan. Kolam ikan yang dikelola warga mampu menghasilkan berbagai jenis ikan konsumsi, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk dijual. Potensi perikanan ini menjadi penopang ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat, seperti penjualan benih ikan, pakan, hingga pemasaran hasil panen ikan segar.
Dengan potensi yang dimiliki, Desa Salo Dua mempunyai kekuatan besar untuk berkembang dalam bidang pertanian dan perikanan. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi padi, cabai, dan perikanan dapat dikelola secara lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi. Jika dikelola dengan baik, Desa Salo Dua tidak hanya menjadi desa swasembada pangan, tetapi juga pusat produksi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.

